Stasiun penerimaan buah

STASIUN PENERIMAAN BUAH (FFB RECEPTION)

  1. Maksud dan tujuan

Sistem penerimaan TBS masuk ke PKS dengan sistem SOP yang telah ditentukan oleh perusahaan adapun bagian-bagian prosedur dalam penerimaan TBS masuk ke PKS.

  1. Tahapan proses

TRUK TBS KELUAR                    TRUK TBS MASUK

  1. Pos satpam
    1. Fungsi

–       Menjaga keamanan di lingkungan PKS dari  gangguan pihak internal maupun eksternal perusahaan.

–       Menjaga dan memastikan seluruh aset perusahaan aman dari kemungkinan pencurian atau pengrusakan oleh karyawan sendiri maupun pihak luar

–       Mengatur antrian kendaraan pengangkut TBS, CPO, PKO, Kernel, PKM, Pupuk, Solar, JJK, Kompos, serta pengangkut lainnya yang akan masuk/keluar pabrik

–       Memeriksa dan mencatat nomor seluruh kendaraan serta kelengkapan dokumen kendaraan (SPB, SIM, DO, dll.) yang akan ditimbang di pabrik, sebagai syarat untuk mengeluarkan surat izin masuk Pabrik

–       Melakukan pemeriksaan fisik kendaraan yang akan dan telah ditimbang, meliputi keutuhan segel, kran inlet/outlet, mainhole, plat nomor kendaraan, perlengkapan dan barang turutan dalam kendaraan

–       Menyaksikan penimbangan kendaraan untuk memastikan posisi truk sudah benar

–       Memeriksa Tanki/Truk kosong yang akan mengisi CPO/PKO/Kernel untuk memastikan Tanki atau Truk tersebut telah bersih dari cairan/bahan lain

–       Memastikan segel telah terpasang dengan benar sebelum dan sesudah tanki diisi palm product

–       Mengawasi karyawan  yang melaksanakan Absensi

–       Mencatat dan memeriksa kendaraan yang masuk ke areal kantor  pabrik

  1. Alur proses

–       Saat petugas grading menyampaikan jumlah truk TBS yang dapat masuk ke areal grading, satpam melanjutkan informasi ini dengan pengeras suara kepada supir-supir truk agar mereka bersiap-siap masuk.

–       Supir truk mengantarkan Surat pengantar buah (SPB) ke satpam untuk diperiksa dan di catat kebuku harian sebagai administrasi pabrik, dan di paraf serta di cap setiap lembar SPB. Di buku harian satpam akan mencatat supir, nomor polisi truk, nomor SPB, KUD/ perkebunan devisi, jam lapor, jam penimbangan, berat awal, akhir, dan netto.

–       Kemudian supir kembali ke truk, truk di deretan pertama akan melanjutkan kebagian penimbangan (Weighbridge) dan seterusnya sesuai jumlah truk yang dapat masuk ke areal  grading.

–       Selain menangani TBS yang akan masuk pos satpam, bagian ini juga menangani truk pengangkutan CPO dan PKO, janjangan kosong ,barang bekas yang keluar masuk, penerimaan solar,dan kernel yang bersifat administrasi maupun pengecekan kondisi serta penyegelan

  1. Peralatan yang digunakan di pos satpam
    1. Gerbang

Gerbang digunakan untuk menutup akses keluar masuk pabrik. Jumlah gerbang, yaitu dua set. Setiap set gerbang terdapat eletromotor, gearbox , chain, wheel ,dan panel.

  1. Microphone satu unit.
  2. Amplifier

merk TOA PA yang berjumlah satu unit.

  1. Pengeras suara satu unit.
  2. Stavol satu unit.
  3. Jam dinding satu unit
  4. Alat-alat dokumentasi yang meliputi buku (TBS,CPO, PKO, PKM, kernel, janjangan kosong dan barang lain) dan alat-alat tulis.
  5. handytalkie (HT)

HT digunakan sebagai alat komunikasi antara satpam dan petugas grading agar pihak satpam dapat mengetahui berapa jumlah truk pengangkut TBS yang dapat masuk untuk membongkar TBS di grading. Jumlah HT yang digunakan adalah satu unit

  1. box segel

box segel diperuntukan untuk segel bekas dan rusak. Dan terdapat dua buah box untuk masing-masung segel.

  1. Pakaian kerja

Satpam menggunakan dua jenis pakaian kerja, yaitu pakaian dinas harian (PDH) dan pakaian dinas lapangan (PDL). PDH digunakan pada saat shift I dan II setiap hari senin sampai rabu. Sedangkan PDL digunakan pada saat shift III setiap hari senin sampai rabu, dan semua shift setiap hari kamis sampai hari minggu.

  1. Dokumen-dokumen yang digunakan\

–       SPB (surat pengantar buah)

  • Inti
  • Plasma

–       Weighbridge card

–       Surat izin masuk pabrik

–       Surat pengantar

–       Berita acara penimbangan

–       Permintaan muatan

  1. Jembatan timbang
    1. Fungsi

Jembatan timbang berfungsi untuk menimbang kendaraan pengangkut TBS, CPO, PKO, PKM, barang bekas, solar, JJK, pupuk, beras, baik itu bruto (kendaraan + muatan) dan tarra (kendaraan kosong) untuk mengetahui berat bersih yang diangkut (netto).

  1. Alur proses

Sebelum proses penimbangan, Krani timbang harus melakukan beberapa hal, antara lain

  1. Menghubungkan UPS ke sumber listrik
  2. Menghidupkan komputer, printer, avery barkel indikator
  3. Pastikan tiket jembatan timbang harus sesuai dengan nomor urut yang kemarin.
  4. SPB harus dalam keadaan baik
  5. Perangkat-perangkat yang digunakan untuk menimbang harus dalam keadaan baik, misalnya komputer dapat dioperasikan, program weighbridge sinkron dengan avery.
  6. Sebelum melakukan penimbangan pastikan sudah membackup data, sehingga apabila terjadi masalah pada program masih ada data cadangan.

Setelah pengecekan selesai dilakukan oleh krani timbang maka proses penimbangan dapat dilakukan. Tahapan-tahapan kegiatan yang terjadi, antara lain

  1. Setelah supir truk melakukan administrasi di pos satpam, truk menunggu di depan gerbang sebelum masuk untuk ditimbang. Apabila Satpam menginformasikan kepada supir-supir truk TBS berapa jumlah truk yang dapat masuk maka truk baru dapat masuk. Masuknya truk harus satu persatu sampai setelah truk yang sebelumnya selesai di timbang.
  2. Saat truk menuju jembatan timbang di wajibkan kecepatan maksimumnya, yaitu 10 km/jam dan dengan pelan-pelan untuk naik ke platform jembatan timbang sampai posisinya berada di tengan platform.
  3. Supir truk turun untuk menyerahkan SPBnya dan menunggu sampai proses administrasi selesai dilakukan.
  4. Setelah Krani timbang menerima SPB, kemudian  mengisi form pada layar monitor yang meliputi no. Tiket, no. Kendaraan, no. Surat pengantar, jumlah janjang, berat dikirim, komplek, supir, no. Sim, dan timbangan pertama (bruto) yang diperoleh. Apabila pengisian telah selesai dilakukan maka data-data tersebut di simpan dan di serahkan kembali kepada  supir truk.
  5. Selanjutnya truk menuju areal grading untuk dibongkar.
  6. Setelah truk selesai di bongkar maka truk kembali lagi ke jembatan untuk melakukan penimbangan kedua (tarra) agar di peroleh berat bersih (netto) TBS.
  7. Sama halnya dengan tahapan ke dua truk menuju platform.
  8. Supir turun dan menyerahkan SPB kepada krani timbang untuk administrasi selanjutnya. Krani timbang menklik form data pada layar monitor yang telah disimpan sebelumnya dan akan muncul data-data yang sebelumnya. Kemudian kolom timbangan kedua terisi serta kolom berat netto terisi.
  9. Setelah semua data diperoleh maka form tersebut disimpan dan diprint agar diperoleh tiket jembatan timbang.

10. Untuk inti dan plasma mempunyai prosedur administrasi yang berbeda. Setelah penimbangan terakhir selesai dilakukan, untuk TBS inti krani timbang menyerahkan  lembar tiket timbangan warna putih dan merah serta SPB warna merah, kuning, dan hijau. Sedangkan lembar tiket timbangan berwarna kuning, hijau, dan biru serta SPB warna putih (original).  Untuk TBS plasma krani timbang menyerahkan lembar tiket timbangan berwarna biru (copy 4). Sedangkan yang diambil, yaitu lembar tiket timbangan berwarna merah, kuning, dan hijau serta SPB warna merah.

11. Kemudian truk meninggalkan jembatan timbang untuk keluar pabrik.

Saat truk-truk melakukan penimbangan dapat terjadi kesalahan penimbangan, yaitu berat tarra antara truk satu dengan sebelumnya mempunyai berat tarra yang sama. Kesalahan ini di sebut approval. Untuk mengatasi hal ini supir menyampaikan ke satpam  agar memberitahukan kepada staf kantor atau KTU bahwa approval terjadi dan mengatasi hal ini dengan izin masuknya serta paraf agar penimbngan dapat di proses lanjut.

  • Gambar lembar laporan approval
  1. Peralatan yang di gunakan antara lain
    1. Jembatan timbang digital (Elektronik)

Pabrik rama-rama mill menggunakan timbangan digital (Elektronik). Timbangan ini penggunaannya didasari oleh kinerjanya yang cepat dan rapi serta ketelitian yang tidak diragukan. Spesifikasi jembatan, antara lain sebagai berikut:

Tipe                           : J311 15×3 m

Kapasitas                 : 60.000 kg

Max/ Axle                 : 15.000 kg

Th/ No.Seri              : 2000/c/AMT. 09

Produksi                   : PT. MUGI

Ukuran platform      : 15m × 3m × 12mm

Untuk menjaga ketelitian jembatan timbang maka dilakukan kalibrasi oleh meteorologi setahun sekali dan internal sebulan sekali.

–       Gambar jembatan timbang

  1. Avery barkel indikator

Indikator ini dapat menampilkan berat bacaan 0 s/d 60000 kg.

–       Gambar avery barkel indikator

  1. Komputer sistem

Jembatan timbang dilengkapi dengan komputer sistem yang meliputi

ü  CPU,

ü   Monitor,

ü  Keyboard,

ü  Mouse

ü  Printer,

ü  Software program, yaitu foxpro yang dapat mencetak tiket jembatan timbang yang berisi Berat, Waktu, Tanggal, Bulan, Tahun, Jenis produksi, Kendaraan, dan Supplier. Selain itu, komputer ini dapat menyimpan dan mengamankan data bulanan

–       Gambar komputer sistem

  1. Uninterrupted Power Supply (UPS)

Setiap jembatan timbang perlu dilengkapi dengan UPS sebagai back up untuk supply Daya, yaitu 30 menit apabila terjadi gangguan listrik. Jumlahnya, yaitu satu unit.

  1. Finger print

Finger print digunakan sebagai alat indentifikasi  petugas yang dapat memberi ijin saat terjadi approval.

  1. Dua unit Sirine
  2. Satu unit Modem
  3. Tranduser

Tranduser berfungsi sebagai pengubah signal analog menjadi signal digital

–       Gambar tranduser

  1. Load cell

Load cell merupakan sensor jembatan timbang yang akan mengkonversi berat yang diterimanya menjadi suatu input.

  1. Bangunan

Bangunan yang di gunakan dilengakapi dengan satu set Anti petir, satu unit Air Condition (AC), dan empat buah lampu penerang.

–       Gambar bangunan

  1. Baru kalibrasi

Batu ini  digunakan pada saat pengkalibrasian jembatan timbang

–       Gambar batu kalibrasi

  1. Grading
    1. Fungsi
      1. Untuk mengetahui kualitas TBS yang akan diolah setiap harinya.
      2. Umpan balik kepada pihak kebun mengenai mutu TBS.
      3. Salah satu faktor acuan pembayaran TBS kepada pihak plasma atau pihak ketiga
      4. Alur kegiatan grading

Grading dilakukan di areal loading setiap hari. TBS yang berasal dari inti dan plasma diperlakukan berbeda. Untuk truk inti  digrading berdasarkan sampel yang telah ditentukan, yaitu 10% dari total truck yang masuk dan dipilih secara acak. Sedangkan untuk plasma setiap truk yang masuk diberlakukan grading. Selain grading buah pihak plasma pun diberlakukan takar brondolan yang bertujuan untuk mengetahui persentase brondolan. Satu truk mewakili setiap KUD plasma.  Ketentuan takar, yaitu dengan drum yang digunakan untuk mentaksir berat seberat 70 kg. Grading  dilakukan oleh petugas grading untuk plasma terdapat 3 orang setiap group (terdapat 10 group setiap  line 5 group)dan inti sebanyak 6orang yang bertugas di salah satu line.

1)    Setelah ditimbang truk kemudian masuk ke area grading

2)    Sopir menyerahkan SPB kepada petugas grading

3)    Setelah itu dilakukan grading TBS berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka petugas mengisi SPB yang tersebut.

4)    Setelah proses grading selesai dilakukan maka petugas grading meminta paraf assisten grading.

5)    Kemudian petugas menyerahkan lembar SPB warna merah kepada supit truk dan petugas juga menyimpan lembar SPB yang berwarna putih(asli) untuk pembukuan.

6)    Selanjutnya truk kembali ke jembatan timbang  untuk ditimbang berat kosongnya agar diketahui netto TBS.

  1. Peralatan yang digunakan di areal grading
    1. Tojok
    2. Gancu
    3. Sekop
    4. Angkong
    5. Loader

Spesifikasi

Merek             : caterpillar

Type               : 924 F

  1. Trolly belt

Alat ini berfungsi untuk mengurangi kerja loader dan memisahkan kotoran dengan TBS.

–       Gambar Trolly belt

  1. Alat tulis
  2. Kriteria TBS
    1. Inti

–       Penggolongan Kriteria Buah

  • Buah mentah

ü  Merupakan Janjangan yang hanya memiliki brondolan kurang sama dengan 3 berondol per janjang

  • Buah kurang matang

ü  Merupakan Janjangan yang memilki berondolan lebih dari 3 berondol per janjang dan kurang dari standard minimum

  • Buah matang

ü  Merupakan Janjangan yang mempunyai jumlah brondolan lepas sebanyak 2 kali berat janjangnya sampai 50 % berondolan lepas dari total berondolan perjanjang.

  • Buah terlalu matang

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki 50% Brondolan lepas dari total brondolan perjanjang

  • Partenocharpic

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki 75 % total brondolan dipermukaan dengan ciri-ciri tidak berminyak dan hitam.

  • Buah keras (hard bunch)

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki beberapa brondolan yang tidak mau lepas berwarna hitam dan pecah-pecah, apabila ditekan pada ujung berondolan lembek.

  • Janjangan kosong

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki beberapa brondolan tersebar (25 %) sampai total brondolan lepas habis.

  • Buah tangkai panjang

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki panjang tangkai lebih dari 2,5 cm diukur dari pangkal tangkai

  • Buah Banci

ü  Merupakan janjangan yang memiliki malai bunga jantan (Hermaphrodite), atau biasa disebut dengan buah berjambul.

  • Buah Putus

ü  Merupakan Janjangan yang terputus secara alami, yang diakibatkan tangkai janjangan membusuk.

–        Sistem Grading TBS Inti

  • Cara panen, panen dilakukan hari H, dikirim ke PKS pada hari H.
  • Sistem grading dilakukan secara sampling, pengertian grading sampling adalah TBS yang digrading minimal 10% dari total tonase TBS yang dikirim dengan pengambilan sample secara acak.
  1. Plasma

–       Penggolongan kriteria buah

  • Buah Mentah

ü  Merupakan Janjangan yang brondolan lepasnya kurang dari 10 brondol per janjang.

  • Buah Peraman

ü  Merupakan janjangan yang memiliki 3 kriteria:

  • Warna Brondolan Hitam
  • Warna Mesocarp kuning pucat
  • Tangkai kisut
  • Buah Matang

ü  Merupakan Janjangan yang memilki brondolan lepas minimal 10 brondol per janjang

  • TBS Tangkai Panjang

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki panjang tangkai lebih dari 2,5 cm diukur dari pangkal tangkai.

  • TBS Janjang Kosong

ü  Merupakan Janjangan dimana beberapa brondolan tersebar (25 %) sampai total brondolan lepas habis.

  • TBS Kecil

ü  Merupakan Janjangan yang memiliki ukuran berat < 6 Kg per janjang.

  • Sampah

ü  Pasir, calix (kelopak), batu dan potongan tangkai yang ikut terbawa bersama TBS didalam truk TBS.

–       Sistem GradingTBS Plasma Insentif 2 %

  • Cara panen, panen dilakukan pada hari H, dan maksimal pengiriman ke PKS pada H+1
  • Sistem grading dilakukan secara Sortasi Total (100% janjang), pengertian grading sortasi total adalah TBS yang digrading merupakan total tonase TBS yang dikirim.
  • TBS kecil (< 6 Kg) dikembalikan.
  • TBS mentah diterima namun dikenakan denda 30 %.
  • TBS Peram diterima namun dikenakan denda 30%.
  • Janjangan kosong dikembalikan.
  • Tangkai panjang didenda 1 % (sesuai Kepmen).
  • Sampah didenda 2 kali berat sampah.
no Kriteria TBS Perhitungan denda
1 Buah mentah Didenda 30 % dari

berat janjang

2 Buah peram Didenda 30 % dari

berat janjang

3 Tangkai panjang (Total TP/jml jjg)x

1% x Netto WB

4 Sampah Didenda 2 x berat

sampah

–       Contoh Perhitungan Denda TBS Plasma :

  • Tangkai Panjang (TP)

Jika didalam satu Truck dilakukan Grading sortasi ada terdapat 6 JJG yang termasuk kriteria tangkai panjang maka perhitungan dendanya adalah :

  • Denda TP = (Total TP/jml jjg)x 1%
  • Asumsi BJR(Berat janjang rata-rata) TBS KJNP = 20 kg/janjang
  • Maka, Denda TP :=    6 x 20/100= 1,2 Kg
  • Sampah

Jika didalam satu Truck dilakukan Grading sortasi ada terdapat 20 Kg sampah (estimasi secara visual) maka perhitungan dendanya adalah

  • Denda Sampah =

Berat Sampah (Kg) x 2 = 20 Kg x 2 = 40 Kg

  • Buah Mentah (BM)

Jika didalam satu truck dilakukan Grading sortasi didapat 6 JJG yang termasuk kriteria Buah mentah maka perhitungan dendanya adalah :

  • Denda BM = BM x 30 % x BJR
  • Dimana : BJR adalah berat janjang rata-rata (Kg)
  • Asumsi BJR TBS KJNP = 20 Kg/janjang
  • Maka, Denda BM = 6 jjg x 30% x 20 Kg/jjg = 36 Kg
  • Buah Peram (BP)

Jika didalam satu truck dilakukan grading Sortasi ada terdapat 6 JJG yang termasuk kriteria Buah Peram maka perhitungan dendanya adalah :

  • Denda BP = BP x 30 % x BJR
  • Asumsi BJR TBS KJNP = 20 Kg
  • Maka, denda BP = 6 jjg x 30% x 20 Kg/jjg = 36 Kg

–       Kriteria Lolos Insentif PKS dan Kebun

  • Kriteria Lolos Insentif 2 %Versi PKS

Bagi Kelompok Tani (KT) yang lolos kriteria versi PKS harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

ü  TBS Out Spec ≤ 4 Jjg satu truk dalam satu kelompok tani.

ü  Apabila dalam satu truk lebih dari satu kelompok tani maka TBS out spec ≤ 6 Janjang.

ü  Apabila Kelompok tani kirim TBS lebih dari satu truk dalam satu hari, diantara truk tersebut gugur maka insentif tidak diberikan.

ü  Apabila dalam periode harga ada yang gugur maka insentif tidak diberikan.

–       Kriteria Lolos Insentif 2 %Versi Kebun

Bagi KT yang sudah lulus insentif di PKS selanjutnya akan dinilai di kebun. KT yang dinyatakan tidak lulus insentif apabila didapati :

ü  Tidak panen sesuai jadwal

ü  Brondolan tidak dikutip pada TBS yang dipanen dipiringan ( maksimal 6 Brondolan per piringan)

ü  Brondolan dijual keluar (tertangkap Tangan)

ü  TBS dijual keluar (tertangkap Tangan)

ü  Buah masak tidak dipanen (buah tinggal lebih dari 3 Jjg per Kavling dengan kriteria brondolan lebih dari 6 butir dipiringan)

Loading ramp

  1. Fungsi dan tujuan
    1. Tempat penampungan sementara TBS dan brondolan sebelum memulai proses selanjutnya.
    2. Mengisi TBS dan brondolan kedalam lori-lori yang akan direbus.
    3. Peralatan
      1. Loading ramp

Satu loading ramp mempunyai pintu sebanyak 12 bays dan hopper. Di rama-rama mill terdapat dua line pengolahan sehigga total pintu sebanyak 24 bays. Pintu-pintu tersebut digerakan naik-turun secara hidrolik untuk menutup dan membuka. Setiap pintu dilengkapi satu handle kontrol buka-tutup pintu. Setiap pintu berkapasitas 15 ton.

Handle buka-tutup     Pintu loading ramp dan hopper

  1. Hidrolik sistem

Merk Bosch Rexroth. Pada hidrolik sistem terdapat elekmotor dan pompa hidrolik. Spesifikasi elektromotor  no.1 dan no.2 antara lain:

–       Tipe                            : squiler cage

–       Phase                                    : 3

–       Voltage                      : 380 V

–       RPM                           : 1435

–       Power                         : 4    KW

5.5 HP

  1. Pipa-pipa  dan selang-selang hidrolik
  2. Lori

Lori merupakan wadah (tempat) TBS dan brondolan yang akan diproses. Satu unit lori berkapasitas 3,75 ton. Ukuran lori yang digunakan, yaitu 2016 × 1685/1730 × 1695 mm dan dilengkapi dengan roda yang berdiameter luar 320 mm dan dalam 290 mm.

  1. Capstand

Capstand digunakan untuk menarik lori dengan menggunakan wirerope. Capstand terdiri atas elektromotor dan gear box serta drum. Capstand yang digunakan di rama-rama mill sebanyak empat unit. Putaran capstan dapat diatur oleh telemekanik. Spesifikasi elektromotor dapat dijelaskan sebagai berikut

–       Tipe                            : squiler cage

–       Phase                                    : 3

–       Voltage                      : 380 V

–       RPM                           : 1460 (capstand no.1,2,4)

dan 1450 (capstand no.3)

–       Power                         : 15 KW

20 HP

capstand

telemekanik

  1. Transfer carriage

Transfer carriage berfungsi untuk memindahkan lori-lori dari rel track loading ramp menuju ke rebusan. Terdapat dua unit. Satu unit digunakan untuk satu line. Akan tetapi apabila salah satu transfer carriage yang rusak maka satu unit dapat digunakan untuk semua line. Satu transfer carriage dapat memindahkan  tiga lori sehingga apabila sekali beroperasi normal, berat yang di angkut adalah 11,25 ton. Transfer carriage menggunakan sistem hidrolik untuk penggerak roda-rodanya. setiap unit terdapat  elektomotor, dan pompa hidrolik, serta panel pengoperasian. Hidrolik yang digunakan merupakan produksi Bosch Rexroth. Sedangkan elektromotor dapat dijelaskan sebagai berikut

–       Tipe                            : squiler cage

–       Phase                                    : 3

–       Voltage                      : 380 V

–       RPM                           : 1450

–       Power                         : 5.5 KW

1.5 HP

  1. Bollard

Bollard berfungsi untuk mebelokan wirerope yang digunakan oleh capstand sehingga lori dapat dipindahkan ke daerah rel yang diinginkan. Bollard digunakan saat penyediaan lori-lori berisi TBS yang akan direbus dan  apabila lori yang ditarik capstand melewati daerah yang ditentukan. Hal ini dapat dicontohkan saat penarikan lori dari transfer carriage melewati posisi yang benar.

  1. Rel track

Rel digunakan sebagai jalur untuk jalannya lori-lori.

  1. Portal pengukur kapasitas

Portal ini digunakan untuk mengatur kapasitas lori.

  1. Wirerope

Wirerope berbentuk seperti tali yang dililit di capstand berfungsi untuk menarik lori. Pada umumnya wirerope menarik dua set lori. Akan tetapi, dilokasi ini wirerope digunakan untuk menarik lebih dari dua set lori.

  1. Tojok

Tojok digunakan untuk memindahkan TBS yang jatuh di lantai ke dalam lori.

  1. Tojok kecil

Tojok ini digunakan untuk menata TBS saat pengisian TBS ke dalam lori.

  1. Egrek

Egrek digunakan untuk menarik TBS yang  tersangkut di pintu hydrolik.

  1. Hook

Alat ini digunakan sebagai pengait wirerope saat penarikan lori. Wirerope diikatkan pada alat ini .

Bentuknya melengkung seperti pancing.

  1. Sekop

Alat ini digunakan untuk memindahkan brondolan yang jatuh ke lantai kedalam lori-lori.

  1. Alur kegiatan loading ramp

Kegiatan di loading dilakukan oleh enam orang petugas  pershift. Setiap orang mempunyai tugas masing-masing setiap harinya dan akan selalu berputar. Adapun kegiatan yang dilakukan, antara lain

  1.                                       i.        Menyiapkan peralatan yang akan digunakan, seperti mengulurkan wirerope capstand yang akan digunakan untuk menarik lori-lori, menghidupkan transfer carriage, menghidupkan pompa hidrolik, menyediakan egrek, tojok, tojok kecil, dan sekop.
  2.                                     ii.        Menarik wirerope dan mengaitkan ke lori-lori yang akan digunakan. Tarik lori-lori ke bawah pintu loading ramp. Posisikan lori pada hopper yang berisi TBS,  posisikan lori dengan tepat agar saat pengisian TBS dan brondolan tidak jatuh ke  lantai.
  3.                                    iii.        Membuka pintu loading ramp yang telah ditentukan dengan handle buka tutup. Pemasukan TBS harus dilakukan secara perlahan agar lori tidak kelebihan muatan dan banyak TBS dan brondolan yang jatuh. Salah satu petugas menggunakan egrek untuk menarik TBS yang sulit jatuh karena tersangkut dengan TBS yang lain.
  4.                                    iv.        Menarik lori-lori yang telah diisi kearah transfer carrrige agar lori lain dapat terisi. Apabila di atas transfer carriage sudah terdapat tiga lori maka lori-lori tersebut harus dipindahkan terlebih dahulu ke  jalur rel perebusan yang membutuhkan sebelum menarik lori-lori lain. Pemindahkan ini berdasarkan alur perebusan, yaitu 1-3-2-4.
  5.                                     v.        Pengisian lori-lori berdasarkan kebutuhan sterilizer.
  6.                                    vi.        Memasukan TBS dan brondolan yang terjatuh ke dalam lori.
  7. Hal-hal yang perlu diperhatikan
    1. Kapasitas lori

Sebaiknya lori diisi sesuai kapasitasnya. Pencapaian kapasitas lori dapat diukur dengan portal pengukur kapasitas.

  1. Waktu pengisian

TBS dan brondolan yang terlalu lama berada di  loading ramp akan menaikan nilai free fatty acid (FFA) buah tersebut.

  1. Pengutipan TBS dan brondolan

TBS dan brondolan yang terjatuh dari hopper loading ramp akan mengalami kerusakan fisik. Kerusakan ini sangat berdampak buruk terhadap kualitas TBS maupun brondolan tersebut.

  1. Alat pelindung diri
    1. Helm
    2. Gloves
    3. Safety shoes

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Alur proses pabrik kelapa sawit

1.1  LATAR BELAKANG

Bisnis kelapa sawit merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan dalam dunia perkebunan. Ini dikarenakan produk dari pabrik kelapa sawit yakni CPO dan PKO sangat banyak manfaatnya. Informasi menyebutkan bahwa produk turunan dari CPO dan PKO dapat menghasilkan 163 bahan lain.  Bahkan saat ini tercipta biodiesel yakni pengolahan CPO menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. PT. SMART (Sinar Mas Agrobussines Resouces and Technology) merupakan perusahan terbesar di Indonesia khususnya di bidang agribisnis kelapa sawit, terus berupaya untuk mengembangkan ushanya guna memaksimalkan peluang pasar yang ada. Dengan komitmen dan kerja keras yang tinggi PT. SMART Tbk saat ini menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di asia. Untuk memenuhi kebutuhannya akan tenaga professional untuk ditempatkan di PKS yang ada. Dalam hal ini PT. SMART Tbk mengadakan sebuah program beasiswa berikatan dinas S1 smart engineering yang bertujuan untuk mendidik dan melatih mahasiswa calon assisten agar memahami perihal tentang pabrik kelapa sawit.

Salah satu program/kegiatan yang telah disusun oleh pengurus adalah magang bagi peserta smart engineering, yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) termasuk di dalamnya struktur organisasi manajemen PKS fungsi dan tanggung jawabnya, serta tentang proses produksi pengolahan kelapa sawit. Sehingga diharapkan para peserta akan lebih mudah menerima materi yang akan disampaikan oleh para instruktur pada sesi kelas.

Dalam makalah ini akan dibahas lebih mendalam mengenai stasiun-stasiun yang terdapat dalam pabrik kelapa sawit, dan departement-departement terkait dalam pabrik ini.

Stasiun  Penerimaan TBS (Tandan Buah Segar)

Stasiun dimana pertama kali TBS diterima, dimana semua kelengkapan dokumen asal-usul dan tonase buah di catat dan didokumentasikan.

Terdapat tiga tahap dalam Stasiun Penerimaan :

a.       Truk tiba di PKS dan menunggu di depan pagar PKS.

b.      Truk yang masuk ke pabrik ditimbang (gross). Setelah ditimbang, TBS dibongkar dari truk di penerimaan dan diteruskan ke jembatan timbang untuk penimbangan tarra. Setelah penimbangan tarra, truk meninggalkan PKS.

c.       TBS dipindahkan dari penerimaan ke lori siap untuk direbus.

Beberapa tujuan stasiun ini adalah sebagai berikut :

a.       Menerima TBS dari Kebun dengan waktu tunggu penerimaan truk seminimal mungkin

b.      Penimbangan TBS  masuk yang akurat.

c.       Mengirimkan TBS ke Penerimaan dan kemudian ke lori dengan pembongkaran optimal, buah terkelupas dan kehilangan brondolan yang minimum.

2.2.2    Stasiun Sterilizer

Tempat dimana dilakukan proses perebusan TBS dengan menggunakan panas dari uap yang bertekanan tinggi, secara konveksi dan konduksi.

Fungsi utama rebusan yaitu untuk melepaskan brondolan dari Janjangnya (bunchstalk)  dan beberapa manfaat lain yang diperoleh dalam proses rebusan yaitu :

a.  Me-non-aktifkan enzym-enzym lipase yang dapat menyebabkan kenaikan FFA (Free Fatty Acid).

b.  Melunakan brondolan untuk memudahkan pelepasan/pemisahan daging buah dari Nut di digester.

c.  Memudahkan  proses  pemisahan  molekul molekul miyak dari  daging buah (St. Press) dan  mempercepat  proses pemurnian minyak (St. Klarifikasi)

d.  Mengurangi kadar air biji sawit (Nut) sampai < 20 % , sehingga meningkatkan efisiensi pemecahan biji sawit (Nut).

Tolok ukur harian atas hasil yang dicapai :

A.    Kontrol pengolahan dan kehilangan produksi, yaitu:

% USB                                                          Maksimum 3,00 %

% Oil Loss di EB Stalks                                Maksimum 4,00 % O/DM

% Oil loss di Effluent                                    Maksimum 17,00 % O/DM)*

% Fruit Loss di Fruit in EB                           Maksimum 0,60 % terhadap sampel

*) Effluent termasuk condensate dari rebusan.

B.  Pemeriksaan kebersihan  lingkungan stasiun, terjaga baik.

C.  Pemeriksaan kebocoran-kebocoran uap dari rebusan atau pipa-pipa.

D. Pemeliharaan stasiun rebusan harus selalu dilaksanakan.

2.2.3    Stasiun Thresing

Proses pemisahan TBS yang telah direbus menjadi brondolan dan janjangan kosong dengan sistem diputar dan dibanting.

Fungsi dan Tujuan :

Untuk mengirimkan brondolan rebusan ke stasiun Digester dan Pressing dengan pencapaian throughput 60 Ton TBS per jam dan meminimalkan losses CPO & PK di janjangan kosong (Empty Bunch).

–          Tolak Ukur harian

% USB sebelum SSBC              Maksimum 3,00 %

% USB sesudah SSBC              Maksimal 1 %

% Oil Loss on EB Stalks           Maksimum 4,0 % O/DM

% Fruit Loss in Fruit in EB         Maksimum 0,6 % terhadap sampel.

–          Kebersihan areal dan lingkungan stasiun terjaga  baik.

–          Maintenance stasiun Thresher harus selalu  di perhatikan /di periksa.

2.2.4    Stasiun Press

Merupakan stasiun pertama kalinya pengambilan minyak dari fruit/TBS dan di stasiun ini terjadinya pemisahan press cake/fiber dan nut dengan crude oil.

Fungsi dan Tujuan :

a)      Mengkondisikan brondolan di digester sebelum di-press.

b)      Meng-ekstraksi minyak semaksimal mungkin dari daging buah dengan Nut pecah semimimum mungkin.

c)      Menghantar press cake dan Nut ke cake breaker conveyor untuk dipisahkan antara Nut Fibre di Depericarper.

d)     Menyeimbangkan pencapaian kapasitas/jam, dengan operasional press yang normal  yang disesuaikan kapasitas unit press terpasang.

Tolak ukur hasil yang dicapai:

%Oil Loss in Fiber            Maksimum 8,00%O/DM

%Oil Loss in Nut              Maksimum 1,00%O/DM

%Nut Pecah/total Nut       Maksimum 10%/sampel

2.2.5    Stasiun Klarifikasi

Tempat dimana proses penjernihan crude oil dari ekstraksi stasiun press, yang masih mengandung sejumlah kadar air, sludge dan lumpur, melalui tahapan-tahapan klarifikasi yang merupakan faktor yang sangat menetukan terhadap produksi CPO untuk kualitas dan kuantitas.

Fungsi dan Tujuan :

a)      Perolehan oil content maksimum ( ³ target)

b)      Pencapaian oil losses pada heavy phase & final effluent minimum

c)      Pencapaian kualitas produksi yang maksimum

Tolak ukur keberhasilan

a.  Oil Loss

  • Pada sludge centrifuge.                       Maksimum 13,00 %O/DM
  • Pada Final Effluent                             Maksimum 17,00 %O/DM
  • Pada solid decanter                             Maksimum 14,00%O/DM
  • Pada heavy phase decanter                 Maksimum 11,50%O/DM

b.  Kualitas Produksi :

  • FFA                 < 3.00   %
  • Moisture          < 0.150  %
  • Dirt                  < 0.015  %
  • DOBI              >  3.00

c.   Jumlah  unit   sludge  centrifuge  dan  purifier   yang  di operasikan rata2/jam , disesuaikan dengan spesifikasi kapasitas pabrik.

d.   Kebersihan unit-unit mesin dan lingkungan stasiun  terjaga.

2.2.6 Stasiun Nut & Kernel

Stasiun  yang melakukan  proses pencapaian efisiensi recovery kernel yang maksimal dengan kualitas produksi yang  optimal dan losses yang minimal.

Fungsi dan Tujuan :

a)      Pelepasan noten dari serat fibre.

b)      Pelepasan kernel dari lapisan shell, dengan 2 cara :

  • Pemecahan (crack-mix)
  • Berdasarkan berat jeis (density)

c)      Pencapaian losses pada Fibre cylcone  – LTDS dan claybath lebih kecil dari standar.

Monitoring keberhasilan

  1. Kualitas Produksi :

–          Moisture                      6 – 7 %

–          Dirt                              5 – 6%

–          Broken Kernel             <15 %

–          FFA                             < 2 %

a.  Effisiensi Ripple Mill   ≥  97 %

b.  Volume noten hopper  maksimal. 50% dari kapasitasnya

Volume kernel silo harus  penuh ( minimal 75 % dari kapasitasnya).

c.    Mass Balance Craxmix

–          Ex  LTDS  no 1           =          50 %  maksimum

–          Ex  LTDS no 2            =          30 %  maksimum.

–          Ex  Claybath               =          20 %  maksimum.

  1. Kebutuhan kg CaCO3  terhadap ton TBS maksimum 1 kg/ton TBS.

2.2.7 Kamar Mesin

Merupakan pembangkit energi listrik yang digunakan di dalam pabrik untuk mensuplay listrik (power) untuk mesin-mesin pabrik, kantor, maupun domestic (perumahan).

Peralatan yang ada pada kamar mesin:

1.      Diesel genset

2.      Steam turbin

3.      Main switch board

4.      Distribution board

5.      Back Pressure Vessel (BPV)

Mesin utama untuk penghasil energi listrik dalam PKS yaitu menggunakan steam turbin, adanya diesel genset digunakan untuk support steam turbin apabila ada trouble / masalah.

2.2.8  Boiler

          Boiler (ketel uap) merupakan stasiun untuk mengubah air menjadi uap bertekanan dengan memanfaatkan energi panas hasil pembakaran.

Hal-hal yang harus diperhatikan selama pengoperasian:

1.      Mendapatkan efisiensi yang maksimal, yaitu menghasilkan sejumlah steam sesuai kapasitas boiler dengan tujuan untuk memaksimalkan pemakaian steam turbin sehingga dapat mengurangi penggunaan mesin diesel (genset)

2.      Menghasilkan kualitas steam yang baik, sehingga dapat mengurangi biaya maintenance pada steam turbin

3.      Menjalankan boiler dalam kondisi yang aman untuk keselamatan kerja bagi karyawan

4.      Menyediakan steam yang cukup untuk pengolahan guna mendapatkan efisiensi pengolahan yang baik.

Monitoring air boiler

– PH                             = 10,5-11,5

– TDS                          = 2100- 2500 bila mengunakan sage 1200

– Sulvit                        = 30-50

– Posport                      = 30 -50

– Fe                              = max 3 ppm

– Total hardnes            = 0 ppm

– Silika                         = Max 150 ppm

– Total                         = max 700

– Hidratalkaliniti          = Besar dari 375

2.2.9    Water Treatment

Tempat pengolahan air agar dapat digunakan untuk operasional pabrik dan kebutuhan perumahan.

Hal-hal yang harus diperhatikan selama pengoperasian:

1.      Memproduksi air standart Industri (Boiler Water).

2.      Mengefektifkan biaya raw water treatment

3.      Mengefektifkan biaya boiler water treatment dengan hasil air yang bersih dan jernih

4.      Memperpanjang umur operasional boiler sehingga dapat mengurangi biaya perbaikan.

2.2.10  Final Effluent

Proses pengendalian limbah cair pabrik kelapa sawit adalah proses perombakan secara anaerobik yang berlangsung tanpa membutuhkan oksigen, untuk mendapatkan  senyawa-senyawa limbah menjadi energi dan nutrisi yang sesuai untuk kebutuhan land application.

Tujuan stasiun ini secara keseluruhan adalah ;

a)        Mendapatkan limbah akhir yang  sesuai dengan kebutuhan land application

b)        Perawatan kolam limbah

2.2.11  Standart Oil/Kernel Loss Selama Produksi

2.2.11.1  Oil Loss ( Kehilangan Minyak)

No.

Description

Rumus

Standart

1 Fruit in empty bunch O/WM x 0,21×0,33 < 0,05% to FFB

< 0,60% to O/DM

2 Empty bunch stalks O/WM x 0,21 < 0,30% to FFB

< 4,00% to O/DM

3 Fibre O/WM x 0,125 < 0,58% to FFB

< 8,00% to O/DM

4 Nut O/WM x 0,0575 < 0,05% to FFB

< 1,00% to O/DM

5 Final effluent O/WM x 0,55 < 0,42% to FFB

< 17,00% to O/DM

TOTAL OIL LOSS < 1,40% to FFB

< 30,60% to O/DM

Sludge/slurry ex. Sludge Centrifuge O/WM x 0,38 < 0,32% to FFB

< 13,00% to O/DM

2.2.11.2 Kernel Loss (Kehilangan Kernel)

No.

Description

Rumus

Standart

1 Fruit in empty bunch O/WM x 0,21 x 0,15 < 0,02% to FFB

< 0,60% to O/DM

2 Fibre Cyclone O/WM x 0,125 x 0,9 < 0,11% to FFB

< 1,00% to O/DM

3 LTDS I & II O/WM x 0,0575 x 0,9 < 0,05% to FFB

< 1,20% to O/DM

4 Clay bath O/WM x 0,0575 x 0,9 < 0,01% to FFB

< 1,40% to O/DM

TOTAL KERNEL LOSS < 0,19% to FFB

< 4,2% to O/DM

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

1 Komentar

Filed under Uncategorized